Siap Jadi Relawan Anti Narkoba, PTP Ikuti Asistensi Penguatan dari BNNP Kepri

Siap Jadi Relawan Anti Narkoba, PTP Ikuti Asistensi Penguatan dari BNNP Kepri

PT. Putra Tidar Perkasa, Batam – Senin, 23 April 2018 lalu bertempat di Hotel PIH Batam Center dilaksanakan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba yang diikuti oleh beberapa perusahaan swasta di Batam. PT. Putra Tidar Perkasa menjadi salah satu peserta dalam kegiatan tersebut. Acara yang dibuka langsung oleh Kepala BNN Prov. Kepri Brigjen Pol. Drs. Richard Nainggolan MM. MBA bertujuan untuk membentuk Relawan Anti Narkoba dari perusahaan yang berada di Kota Batam. Ini salah satu upaya BNNP Kepri guna mengurangi laju peredaran barang haram ini di Kota Batam dan Kepri secara umum.

Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba yang diikuti oleh PT. Putra Tidar Perkasa

Harapan dengan dilaksanakannya kegiatan ini adalah nantinya setelah selesai mendapat asistensi dari BNNP Kepri, para Relawan yang berasal dari masing-masing perusahaan ini akan menjadi penggiat Anti Narkoba di lingkungan kerjanya.  Dalam kesempatan asistensi ini turut hadir perwakilan Relawan dari PT. Adhya Tirta Batam, PT. Caterpillar, PT. Kuning Mas, PT. SIIX, PT. Sumitomo, PT. Pipa Mas Putih, Telkomsel, PT. Valeo dan PT. TEC.

PT. Putra Tidar Perkasa turut serta dalam kegiatan tersebut karena terpanggil dengan adanya kondisi Indonesia Darurat Narkoba yang disampaikan Pemerintah beberapa waktu lalu ketika muncul pemberitaan penangkapan yang berjumlah hampir ribuan kilo di sekitar  Batam.

beberapa perusahaan mengikuti Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba

Dwifung WS selaku Direktur Utama dalam komentarnya menyatakan keprihatinan mendalam akan kondisi tersebut dan bertekad untuk memulai mengkampanyekan Gerakan Anti Narkoba di lingkungan kerjanya.

“Saya sangat prihatin dan terpanggil dengan kondisi yang terjadi sehingga saya bekerja sama dengan BNNP Kepri untuk turut serta secara aktif melakukan kampanye dan gerakan melawan Narkoba terutama di Wilayah Batam” tegas Direktur Utama tersebut.

Setelah nantinya dinyatakan sebagai Relawan Anti Narkoba maka PT. Putra Tidar Perkasa memiliki kewajiban moril untuk terus mengkampanyekan program anti Narkoba mulai dari di lingkungan kerjanya serta sekitar tempat kerjanya. Ini selaras dengan tujuan dari dibentuknya Relawan ini agar seluruh masyarakat secara sadar dan sungguh-sungguh menolak peredaran Narkoba.

PT. Putra Tidar Perkasa juga terus giat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi karyawannya termasuk Drugs Test

Seperti disampaikan oleh Brigjen Richard bahwa angka kematian akibat Narkoba di tahun 2017 adalah 30 orang per hari dan atau sekitar 11.071 dalam setahun. Angka ini cukup tinggi dimana puluhan nyawa meninggal sia-sia akibat penyalah gunaan Narkoba. Bahkan kerugian yang diderita Negara akibat penyalahgunaan Narkoba mencapai angka 84,7 Trilyun Rupiah, sebuah angka yang fantastis melihat dari penyebabnya. Inilah yang menjadikan PT. Putra Tidar Perkasa merasa terpanggil sebagai salah satu komponen bangsa untuk ikut serta bersama pemerintah untuk memberantas Narkoba.

Selaras dengan hal ini, PT. Putra Tidar Perkasa juga terus giat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi karyawannya termasuk Drugs Test sebagai salah satu upaya untuk meyakinkan bahwa dilingkungan kerja tidak ada personel yang menyalahgunakan Narkoba.

Bahkan ungkap Dwifung, ke depan juga akan dilakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan dan pemahaman terhadap bahaya Narkoba kepada seluruh anggota dan diharapkan nantinya anggota tersebut dapat menjadi agen di lingkungannya masing-masing untuk menangkal masuknya Narkoba di wilayah tempat tinggalnya masing-masing. (ry)

══════════════

Berita kami :

PERINGATI HARI KARTINI, PTP LAKUKAN KEGIATAN PENUH KEBERSAMAAN

Butuh jasa pengamanan? klik Ya

Ikuti pelatihan Gada Pratama / Madya Klik Ya

 

Bagikan informasi ini ke Sosial media Anda, biar mereka tahu apa yang Anda tahu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •